Sabtu, 04 April 2015

Staright News


RRI adakan Parade Band Indie

Tanjungpinang- Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang mengadakan Parade Band Indie 2015 pada Minggu malam (29/3). Parade band ini diadakan di halaman RRI yang terletak di Jl. Jend. Ahmad Yani. Acara ini diadakan untuk meningkatkan kreativitas generasi muda Tanjungpinang.
            Ada 16 band lokal yang mengikuti acara ini, di antaranya Masbro Band, Gigabyte, Project-F, Grammel, Junos, dan deberapa band indie lainnya. Pada acara tersebut, para peserta membawakan 2 buah lagu, yang merupakan lagu ciptaan sendiri dan lagu bebas yang sudah ada.
            Selain 16 peserta, acara ini juga dihadiri oleh kawula muda lainnya. Mereka juga turut menyemarakan acara tersebut dan mendukung peserta band yang tampil. tidak hanya itu, para penyiar RRI Tanjungpinang juga tampak meramaikan acara yang juga disiarkan secara langsung di 92,1 Produa FM RRI Tanjungpinang.
            Para peserta menampilkan performa yang luar biasa pada acara ini. mereka unjuk kebolehan dalam bernyanyi serta bermain alat musik. “Acara ini sebagai penyalur untuk unjuk kepiawaian kami dalam bermusik. Acara yang positiflah,” ujar Sega yang merupakan salah satu peserta parade ini. 

Peserta Parade Band Indie unjuk kebolehan di atas panggung

            Salah satu penyiar Produa FM RRI Tanjungpinang, Iraguchi mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan bakat bermusik generasi muda Tanjungpinang. “Semoga acara ini bermanfaat untuk kita terutama generasi muda agar dapat unjuk kebolehan mereka dalam bermusik,” ujarnya.
            Para peserta berharap acara ini dapat diadakan secara berkelanjutan agar anak-anak muda di Tanjungpinang dapat menyalurkan bakat bermusik mereka. “Yah, saya dan teman-teman berharap acara ini dapat terus diadakan agar kami dan anak-anak muda Tanjungpinang lainnya dapat unjuk kebolehan kami dalam bermusik,” ujar Sega lagi.(Mega)


Straight News



Forum Sosialisasi Kukerta UMRAH Berakhir Ricuh

Tanjungpinang- Forum sosialisasi yang diadakan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)  pada Kamis (26/3) di Audiotorium Dompak berakhir ricuh. Forum ini membahas tentang pelaksanaan kukerta mahasiswa yang akan dilaksanakan setelah lebaran nanti. Pada forum terus beberapa mahasiswa yang hadir tidak setuju dengan persyaratan yang dibuat oleh pihak kamus dan Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LP3M).
            “Kericuhan ini terjadi karena mahasiswa tidak terima dengan syarat yang diberikan pihak LP3M. Ya, syarat itu hanya mahasiswa yang mencapai jumlah 100 sks lah yang dapat mengikuti kukerta,” ujar Lydia yang merupakan mahasiswa Teknik Informasi saat menghadiri forum tersebut.
            Pada forum itu, mahasiswa tampak emosi dengan kebijakan tersebut dan kericuhan pun tidak dapat dihindarkan. Bahkan, ada beberapa mahasiswa yang menunjuk-nunjuk panitia forum tersebut. Mahasiswa meminta agar pihak LP3M menghitung juga jumlah SKS semester 6 yang sedang berjalan saat ini, sehingga jumlah 100 SKS yang diminta sebagai syarat ikut kukerta dapat dipenuhi.

Salah seorang mahasiswa tidak terima dengan kebijakan yang dibuat pihak kampus dan LP3M

            “Persyaratan tersebut adalah hasil rapat internal yang dilakukan antara Rektor UMRAH, Dekan dan Wakil Dekan seluruh fakultas yang ada. Untuk permasalahan jumlah SKS yang tidak memenuhi syarat, itu bukan urusan kami melainkan mahasiswa itu sendiri,” ujar Ketua LP3M UMRAH, Novrizal yang memimpin forum tersebut.
            Meskipun sudah dijelaskan oleh pihak LP3M, mahasiswa masih tidak terima dengan keputusan tersebut. Mereka menuntut untuk persyaratan tersebut diubah sebagaimana persyaratan yang ditetapkan pada kukerta sebelumnya. Mereka juga menuntut apabila kebijakan tersebut tetap diteruskan, uang kukerta berjumlah Rp525.000,- yang telah dibayar dapat dikembalikan kepada mereka yang tidak dapat mengikuti kukerta dikarenakan tidak memenuhi syarat yang ditentukan.
            Forum sosialisasi tersebut belum mencapai kesepakatan bersama, sehingga keputusan hasil forum itu ditunda hingga Kamis (2/4) mendatang di tempat yang sama. Setelah keluar dari forum, tampak raut wajah tidak puas terpancar dari mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti forum tersebut. (Mega)
           


Jumat, 03 April 2015

Straight News


LKKS adakan Nikah Massal

Tanjungpinang- Lembaga Koordinator Kesejahteraan Sosial (LKKS) mengadakan nikah massal di Citywalk Tanjungpinang pada Rabu (25/3). Acara ini dikuti oleh 50 pasang peserta yang sudah menikah secara agama, namun belum memiliki akte nikah dan akte kelahiran anak. Sebanyak 28 peserta berasal dari Tanjungpinang dan 22 peserta lainnya berasal dari Kabupaten Bintan.
            Para peserta yang mengikuti kegiatan ini tampak bahagia. Pasalnya mereka lega sebab sudah dapat memiliki akte nikah dan akte kelahiran dari acara ini. “Kami selaku keluarga sangat senang dengan adanya acara ini, acara ini memberikan keringanan untuk pasangan yang sedang menikah itu,” ujar Bu Surti selaku keluarga yang mengikuti acara tersebut.



            Acara ini juga dihadiri dan direspon baik oleh Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo dan Ketua Pengadilan Agama, Amir Hamzah. Hal ini tampak dari pemberian  ucapan selamat yang dilakukan keduanya kepada para peserta nikah massal. Para peserta pun menyambut baik kedatangan mereka kala itu. Pada acara itu, Soerya juga mengungkapkan bahwa kegitan ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga anggaran yang diberikan juga dapat turut dirasakan warga.
            Selain itu, panitia pelaksana acara ini mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetaskan kemiskinan masyarakat. “Banyak di antara mereka yang sudah sah di mata agama, namun belum diakui oleh negara. Oleh sebab itulah kami adakan acara ini untuk mengurangi beban mereka dan mendapatkan akte nikah serta akte lahir,” ujar panitia itu.
            Keluarga peserta mengharapkan agar acara ini dapat berkelanjutan ke depannya. Hal ini diupayakan agar masyarakat yang tidak mampu dapat dengan mudah mendapatkan pengakuan dari negara atas pernikahan mereka serta mereka juga dapat akte nikah dan akte lahir anak mereka. (Mega)

Straight News



Kantor PLN Diamuk Warga

Tanjungpinang- Kantor PLN cabang Tanjungpinang di Jalan Bakar Batu diamuk masyarakat pada Senin (16/3) tepatnya pukul 10.00 WIB. Amukan warga ini disebabkan karena pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN sejak sebulan terakhir ini. Kekesalan masyarakat terhadap PLN ini diluapkan dengan cara melempari kantor dengan telur dan barang-barang lainnya. Tidak hanya itu, kantor PLN pun tidak luput dari coret-coretan masyarakat yang menggunakan spidol dan pilox dengan menuliskan kata-kata kasar.
            Aksi tersebut diikuti oleh LSM, Ormas, OKP, dan mahasiswa serta masyarakat Tanjuungpinang. Dalam aksi itu, beberapa pihak berorasi mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kinerja PLN. Bahkan, Mahyuddin yang merupakan manajer umum PLN Tanjungpinang menjadi olok-olokan masyarakat.
            “ Kami kecewa dengan pemadaman yang terus-menerus ini, setiap hari pasti mati lampu. Pihak PLN tidak mikir apa ya, gara-gara mati lampu teru-menerus itu banyak alat-alat elektronik kami yang rusak,” Ujar Heri salah satu warga yang ikut aksi demo tersebut. 

Polisi ikut mengamankan kantor PLN cabang Tanjungpinang dari amukan warga

            Pihak PLN memberikan alasan bahwa pemadaman listrikyang terjadi dikarenakan banyak mesin yang rusak. Hal ini menjadikan pihak PLN harus melakukan pemadaman secara bergiliran agar mesin-mesin yang masih ada dapat mencukupi untuk disalurkan ke seluruh masyarakat di Tanjungpinang. Namun, masyarakat tidak menerima alasan tersebut. Mereka telah merasakan kesengsaraan akibat ulah PLN yang memadamkan listrik seenaknya tanpa kompromi.
            Pada demo tersebut, tampak Walikota Tanjungpinang Bapak Lis Darmansyah dan Gubernur Kepri Bapak H. M Sani juga turut berorasi menyampaikan kekecewaan mereka terhadap permasalahan listrik yang tidak pernah ada solusinya. “Sudah berulang kali saya katakan kepada pihak PLN agar tidak membeli mesin bekas, tetapi pihak PLN tetap tidak memperdulikannya,” ujar Lis saat menyampaikan orasi.
            Selain itu, H. M Sani juga mengatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan ini, pihak PLN harus segera menyediakan genset baru. Sedangkan untuk jangka panjang ke depan, direncanakan untuk menambah daya listrik sebesar 9 MW untuk kawasan kantor pemerintahan di Dompak dan juga kawasan Tanjungpinang.
            Polisi juga ikut mengamankan aksi demo tersebut. Mereka berjaga-jaga agar tidak terjadi hal-hal di luar batas yang dilakukan oleh masyarakat pendemo. Sebab, pada aksi itu masyarakat sudah tidak dapat mengendalikan emosi mereka. 
Pintu kantor PLN hancur dilempari warga dengan alat-alat elektronik

            Akibat dari kejadian itu, kaca-kaca di kantor PLN menjadi pecah. Selain itu, dinding-dinding kantor juga penuh dengan coretan-coretan ungkapan kekesalan warga dengan menggunakan kata-kata yang kasar. Bahkan, Mahyuddin sempat diamankan dan dibawa ke kantor polisi agar terhindar dari amukan para pendemo. (Mega)

Straight News


Gubernur Kepri serahkan 4 Bus Untuk UMRAH

            Tanjungpinang- Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mendapatkan bantuan penambahan 4 bus dari pemerintah. Pemberian bantuan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. M Sani pada Jumat, (13/3) di auditorium Dompak.
            Penambahan bus ini dikarenakan kurangnya bus yang sudah ada untuk mengantarkan para mahasiswa UMRAH ke kampus. Kekurangan bus itu menyebabkan mahasiswa harus berdesak-desakan masuk ke dalam bus sehingga bus melebihi kapasitasnya, bahkan ada mahasiswa yang harus berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Hal ini tentu membahayakan para mahasiswa apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginka.
            “Semoga dengan penambahan bus operasional ini meningkatkan semangat para mahasiswa untuk kuliah,” ujar Pak Sani saat memberikan kata sambutan.
            Penyerahan bus tersebut diterima langsung oleh Rektor UMRAH Prof. Dr. Syafsir Akhlus. Syafsir sangat berterima kasih karena penambahan bus ini sangat membantu untuk memperlancar kegiatan perkuliahan para mahasiswa. “Kami berterima kasih atas kepada Pak Gubernur  atas pemberian bantuan bus operasional  untuk meningkatkan fasilitas di kampus UMRAH ini,” Ujar Syafsir.
            Syafsir juga menambahkan bahwa banyaknya mahasiswa UMRAH dengan bus yang berjumlah 11 unit saja membuat kegiatan perkuliahan sedikit terhambat. Hal ini dikarenakan banyak mahasiswa yang terlambat masuk ke kelas sebab harus menunggu bus. Sehingga Syafsir mengharapkan dengan adanya tambahan bus operasional ini kegiatan perkulihan di kampus berjalan lancar.
            Para supir bus dan Koordinator lapangan yang mengurusi soal bus ini juga turut senang dengan adanya penambahan bus. Menurut mereka, dengan adanya penambahan bus ini para mahasiswa tidak perlu berdesak-desakan lagi saat menaiki bus. “kami senang dengan adanya bus tambahan ini, sehingga mahasiswa-mahasiswa itu tak perlu lagi tolak-tolakan saat naik bus dan yang paling penting mereka tidak terlambat masuk kuliah. Yah, kami mengharapkan bus ini segera beroperasilah,” ujar Adi yang menjadi koordinator lapangan bus. (Mega)